Tuesday, January 20, 2009

Rest In Peace

Aku masih ingat saat-saat aku diantar ke sekolah waktu TK
Setiap pagi membeli susu kacang kedelai hangat di depan sekolah
Setiap pulang sekolah Ia membelikanku Majalah Bobo untuk ku baca

Aku masih ingat saat-saat aku masih diantar olehnya ketika SD
Ketika aku menangis waktu tidak melihatnya maupun Mamaku mendampingiku di kelas pada hari pertamaku bersekolah
Aku masih ingat ketika Ia selalu menenangkanku jika aku menangis dan tidak mau pergi sekolah

Aku masih ingat ketika SMP aku pernah berseteru dengannya karena suatu hal
Namun hal itu sudah merupakan masa lalu yang tak pernah mau ku kenang lagi

Aku masih ingat hadiah yang diberikannya kepadaku, ketika ulang tahun, maupun Natal
Masih kusimpan, meskipun ada yang kulupa di mana aku menyimpannya

Aku masih ingat saat Ia bercerita tentang masa mudanya
Aku kagum akan ceritanya di kala Ia muda dulu

Aku masih ingat suaranya ketika Ia memanggilku
Aku masih ingat bagaimana Ia mengantarku ke depan pintu ketika akan berangkat sekolah
Aku masih ingat senyumnya, yang kadang ku balas dengan senyum yang terpaksa
Semuanya terekam jelas

Hingga akhirnya, Ia mengucapkan salam terakhirnya
Masih teringat jelas ketika Ia memintaku menggenggam tangannya dan berdoa bersamanya
Namun, aku tak berada di sana ketika Ia menghembuskan nafas terakhirnya

Aku sungguh menyesal tidak sering berada di sana ketika Ia membutuhkanku
Aku sungguh menyesal tak sempat mengatakan padanya bahwa aku menyayanginya
Aku sungguh menyesal, teramat sangat menyesal
Jika bisa kuputar waktu, ingin rasanya aku berada di sana, menikmati saat-saat terakhirku bersamanya

Terima Kasih untuk segalanya, Engkau telah menjadi bagian terpenting dalam hidupku
Maafkan atas segala kesalahanku, jika aku tidak dapat menjadi cucu yang berbakti

Yang tak sempat kuucapkan: Aku sayang Opa! Semoga Engkau bahagia di sana :)


with LOVE,
cucumu, Jeanne
Post a Comment