Sunday, May 30, 2010

Bararandung!


Bepergian ke Bandung bersama kawan-kawan dan dilanjutkan dengan mama dan saudara selama 4 hari 3 malam. Spending time with your loved ones emang menyenangkan ya! Sering-sering aja deh kayak gini :)

Wednesday, May 26, 2010

FRIK!

Kembali lagi bersama saya, Jeanne Eureka, di blog yang berisi kisah random dan aneh!
Jadi, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman yang saya dan beberapa teman saya rasakan cukup aneh. Kejadiannya adalah (sempat) hilangnya engpong a.k.a handphone Sony Ericsson K810i milik saya (yang sudah uzur dan mendekati sakratul maut). Bagaimanakah ceritanya? Kita simak liputan berikut.

Di siang itu, sebelum UAS Hukum Kesehatan, seorang wanita bernama Jeanne Eureka dengan eloknya berjalan ke sebuah warnet yang bernama "Dignity" di daerah Barel untuk mengeprint tugas Hukum Kesehatan miliknya dan temannya yang bernama Temo, yang hendak dikumpulkan hari itu. Sebelum mengeprint, ia menaruh handphone Sony Ericsson K810i miliknya di meja komputer tempat ia duduk. Lalu setelah selesai mengeprint, ia segera ke tempat foto copy untuk menjilid tugasnya.

Sambil menunggu tugasnya selesai dijilid, Jeanne pergi ke kostan untuk mengambil laptopnya karena UAS Hukes hari itu adalah open book. Setelah mengambil laptop, ia kembali ke tempat foto copy untuk mengambil tugasnya. Dan ketika Jeanne hendak menelpon temannya yang bernama Temo, ia baru sadar kalau... ENGPONGNYA TIDAK ADA!!! Kepanikan langsung melanda diri seorang Jeanne. "ADUH KEMANA INI ENGPONG GUE??? KEMANA KEMANA KEMANA?? KOK BISA GAADA SIH?? AAAAARRRGHH JEANNE TOLOL!!!!!" Dengan panik, ia kembali ke kostannya dan mencari ke segala penjuru kamar dan mengobrak-abrik isi tasnya. Namun hasilnya nihil. Engpongnya tidak berada bersamanya.

Akhirnya, dengan langkah yang gontai ia kembali mendatangi warnet tempat ia mengeprint...
Jeanne (J): "Mas, tadi ada handphone ketinggalan ga?"
Mas-mas warnet (MS): "Wah, tadi duduknya dimana ya mbak?"
J: "Di sebelah situ mas" (sambil menunjuk tempat ia tadi duduk)
MS: "Wah, nggak ada tuh mbak.."
J: "Hmm... Tadi setelah saya ada orang nggak mas yang duduk di situ?"
MS: "Ada mbak, tadi orangnya laki-laki.."
J: "Yaaaahhh, berarti udah diambil kali ya mas" (dengan suara lemah letih lesu tak bertenaga dan penuh kepasrahan)
MS: "Wah, maaf ya mbak. Saya juga nggak merhatiin tadi ada handphone yang ketinggalan"
J: "Oh.. iya gapapa mas. Makasih ya mas."
Setelah itu, Jeanne juga mendatangi tempat ia menjilid, dan hasilnya nihil. Tidak ada engpong yang ketinggalan di tempat itu.

Dengan langkah yang semakin gontai ia berjalan ke kampus karena harus mengikuti UAS Hukes dan karena insiden itulah ia semakin telat datang ke ruang ujian. Dan selama mengerjakan ujian pun Jeanne tidak dapat berkonsentrasi karena terlalu banyak pikiran-pikiran yang seliweran di kepalanya. "Anj**g!!! Hari ini emang hari tersial gue kayaknya! Udah telat bangun, ketinggalan kereta, sekarang handphone ilang!! TAEEEEEE!!!"

Setelah selesai mengerjakan UAS, Jeanne segera pulang ke kostan dan memikirkan cara bagaimana untuk memberi tahu mamanya tentang anaknya, eh, engpongnya yang hilang. Di perjalanan menuju ke kostan, Jeanne berjalan bersama beberapa temannya dan salah satunya bernama Aga yang berhenti untuk membeli es teh manis. Sewaktu membeli, si tukang es teh manis ini bertanya pada Jeanne...
Tukang Es Teh Manis (TETM): "Dek, tadi yang kehilangan handphone ya?"
Jeanne (J): "Hah?? Iya, pak! Ada apa pak?"
TETM: "Itu... tadi dicari sama mas-mas warnet itu. Coba aja tanya ke orangnya."
J: "Oh, oke sip pak!"

Dan akhirnya, Jeanne kembali mendatangi warnet yang bernama Dignity itu...
Jeanne (J): "Mas, tadi saya yang kehilangan handphone. Ada apa ya mas?"
Mas-mas Warnet (MS): "Alhamdulillah, mbak. Tadi handphonenya saya temuin di balik gorden."
J: "HAH??? SERIUSAN MAS??!" (setengah berteriak)
MS: "Iya mbak.. Tapi anehnya, batere sama SIM cardnya diambil"
J: --------------- (terdiam beberapa saat karena kebingungan) "Waaah, oke mas makasih banyak ya mas. Aduh untung ketemu. Makasih banyak mas. Makasih makasih..."
MS: "Iya, sama-sama mbak."

DAN BEGITULAH PARA PEMBACA SEKALIAN... KISAH (SEMPAT) HILANGNYA ENGPONG SEORANG JEANNE EUREKA
Yang masih menjadi misteri adalah: kenapa hanya batere dan SIM card saja yang diambil?
Memang... bulu ketek lebih panjang dari bulu meeeeemang
OOPS, salah! Maksudnya, memang... pencuri jaman sekarang ini semakin aneh saja
Mungkinkah ini salah satu pertanda... bahwa dunia akan segera kiamat? Tidaaaaaakkk!!
(Dan Jeanne menghilang bersamaan dengan munculnya kabut berwarna hijau yang berbau kentut)

Saturday, May 22, 2010

Hear Hear!

"Who are you to judge the life I live? I know I'm not perfect and I don't live to be.
But before you start pointing fingers, make sure your hands are clean."

Thursday, May 20, 2010

Feliz CumpleaƱos!

Selamat Ulang Tahun saya ucapkan kepada Ibu Ignasiana Lucia Walchli a.k.a mama saya!
Semoga mama selalu diberi kesehatan, panjang umur, makin cangcing, selalu sabar, selalu berada dalam lindungan Tuhan dan selalu dapet yang terbaik di hidup mama. Maafin kakak ya kalo kakak sering ngelawan mama.
We'll always love you, ma. Thanks for being the greatest mom for us :)
(yang di atas itu iseng-iseng dibikin pas lagi nunggu ujan di kostan sebelum pulang ke rumah dan akhirnya ngasih gambar itu ke mama, hehe)

Tuesday, May 18, 2010

Another Stupidity

Kenapa ya saya susah banget buat konsentrasi ke satu hal?
Misalnya kalo lagi belajar atau bikin tugas gitu... rasanya susaaah banget buat konsen.
Pasti gampang ke-distract sama banyak hal. Gampangnya banget-bangetan.
Dan ini bukti saya sering celeng kalo lagi bikin tugas. Ini kejadiannya pas lagi bikin tugas MPK Agama. Aaah saya merasa super tolil, HAHA



Maafkan kecelengan saya ya....

Friday, May 14, 2010

Laziest girl in town

Final test is getting closer and I haven't prepared anything.
I haven't started my criminal law task and haven't studied for the final test this Monday.
I guess I've been playing around too much. I have to be more serious, but I just can't.
Why am I THIS lazy? Wake up, Jeanne!

Sunday, May 9, 2010

What's my talent?

"Bakat gue? Hmm... Apa ya? Gue sih tertarik sama yang berbau seni gitu. Gue sangat suka musik, bisa main piano sih, tapi super ga jago dibandingin orang lain yang bisa main piano. Terus... gue pengen bisa gambar juga gabisa. Fotografi? Boro-boro. Duh, gue jadi bingung gue bisa apa ya?"

Yak, itu dia jawaban saya waktu beberapa hari yang lalu ditanya sama salah satu senior gue di FH perihal bakat dan ketertarikan saya. Pertanyaan itu sekaligus mengingatkan saya sama percakapan saya sama salah seorang teman baik saya tentang bakat dan kemampuan. Dua hal itu bikin saya mikir lagi...
sebenernya bakat saya apa ya?

Saya pribadi merasa tertarik sama banyak hal. Yang paling menarik sih yang berhubungan sama seni, misalnya musik, fotografi, gambar, dll. Tapi... saya kalo saya sama sekali ga menguasai hal-hal yang jadi ketertarikan buat saya. Saya cuma sekedar tertarik dan mungkin bisa ngelakuin, tapi cuma
setengah-setengah, sangat ga semaksimal orang-orang yang emang expert di bidangnya. Dan mungkin kurang ada usaha dari diri saya buat bisa menguasai hal-hal itu (huhu jadi sedih)



Yak, saya paling tertarik sama dunia musik. Saya sangat suka dengerin musik dan saya suka bermain musik. Saya emang bisa main piano, tapi menurut saya pribadi itu masih... gimana ya? Masih cetek sekali lah dibanding orang-orang lain yang bisa main piano. Kalo alat musik lain? Gitar sama sekali gabisa. Drum cuma pernah gebuk-gebuk doang. Kalo keinginan terpendam dalam hati: jago main gitar, bisa main drum, bisa mainin alat musik yang extraordinary, misalnya saxophone, flute, dll. Menurut saya keren aja gitu kalo bisa mainin alat musik yang ga banyak orang bisa mainin, fufufu


Selain musik, saya juga tertarik sama dunia fotografi. Saya suuuuper suka liat hasil jepretan yang unik-unik. Kalo liat yang kayak gitu bawaannya juga pengen bisa bisa menghasilkan foto-foto yang... breathtaking, bikin orang berdecak kagum (ahzek), dll. Tapi sayangnya, saya merasa kurang punya bakat di bidang ini dan sarana juga kurang mendukung, jadi yaaa ketertarikan saya di bidang ini agak-agak tersendat dan terhambat seperti jalan tol yang macet (apa coba?)


Saya juga tertarik sama sesuatu yang berhubungan sama gambar atau design gitu. Saya juga pengen banget sekaligus super iri liat orang yang jago gambar atau design. Yang kadang terjadi sama saya, saya punya konsep di kepala saya tentang sesuatu, tapi ga bisa bikin konsep itu jadi real karena keterbatasan saya dalam hal gambar-menggambar atau mendesign. Sering juga terlintas di otak saya, "kalo gue jago gambar pasti enak, pasti seru." Tapi sayangnya... kenyataan berkata lain (hiks)

Ditambah lagi hari Senin kemarin saya baru pulang retreat bareng anak FISIP (karena gabisa ikut yang bareng anak FH), dan di retreat itu ditanya apa bakat yang kamu punya. Dan pas mau jawab... saya bingung aja gitu mau isi apa.
Selain itu, yang bikin saya kepikiran tuh kalo ngeliat achievement, hasil karya, hasil kerja seseorang yang udah mereka hasilkan. Hal-hal itu kadang bikin saya minder karena saya merasa belom bisa mencapai apa-apa di hidup saya. Menyedihkan ya? Dan saya mikir lagi... kapan ya saya bisa kayak begitu? Apa saya juga bisa kayak mereka?

Saya sangat sangat sangat berharap semoga ke depannya akhirnya saya bisa menemukan di mana minat saya, di mana bakat saya sesungguhnya dan pada akhirnya saya bisa mencapai sesuatu yang berguna, entah itu buat diri saya sendiri atau mungkin buat orang lain :)

Wednesday, May 5, 2010

Sorry


"Hearts get broken, friendships get ruined, your entire life can fall apart… because of one mistake." -- @TheLoveStories
I think this is happening to me now. I've done something stupid and now I feel so messed up. I've talked to them about this and I thought it was over, but I guess I was wrong. I'm afraid things will never be the same again. And it's because of me. Screw you, Jeanne.
I'm sorry. Really really sorry. I hate myself for being so stupid at that time. Please forgive me for what I've done. Oh, I wish I could turn back time to fix things up.
Dear God, I really need your help. Please tell me what to do.
I'm sorry for being too sensitive. Sorry if I can't be a good friend.