Friday, July 16, 2010

Reality Bites


Jakarta. Ya, kota metropolitan, ibukota tercinta. Tempat banyak orang mengadu nasib. Mereka yang terbuai gemerlap yang membutakan mata. Mungkin banyak yang mengidentikkan 'kota metropolitan' sebagai tempat yang menjanjikan kehidupan layak, tempat penuh kesenangan, dsb. Tapi... nasib baik atau nasib buruk seseorang, siapa yang tahu?


Hmm.. gayak banget gak sih kata-kata gue? Mungkin gue berbakat jadi pujangga (cih)
Well, what I'm trying to say is... kehidupan di Jakarta itu keras, bung. Tidak seindah kelihatannya, tidak secantik bundaran HI di malam hari, tidak secantik Katy Perry
(loh?)
Di balik kemewahannya, ada sisi lain dari kota metropolitan ini yang sangat kontras. Seperti langit dan bumi, seperti hitam dengan putih, seperti Blake Lively dengan Jeanne Eureka (eh salah, ini mah ga beda jauh ya?)
Kalo mau liat sisi lain itu, salah satu caranya menurut gue adalah dengan nyoba naik KRL Ekonomi Jabodetabek. Cukup dengan Rp 1500,- lo akan melihat dan merasakan sendiri gimana kerasnya hidup di Jakarta
(Azek abes ga sih gaya gue? HAHA sampah lo jen)





Yak, foto di atas itu adalah contoh KRL ekonomi Jabodetabek. Padat sekali bukan? Sampe ada yang rela duduk di atas. Kayaknya itu orang-orang yang pada duduk di atas berbakat jadi stuntmen deh. Kalo ikut Fear Factor pasti udah super lihai gitu *angguk-angguk kepala* Di KRL itu lo bisa ngeliat orang-orang dengan berbagai macam karakter. Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak kecil, mahasiswa/i, dll. Lo bisa ngeliat segala macem, lo juga bisa ngeliat apa pun yang mau lo liat (errr, nggak juga sih, lo nggak akan tiba-tiba ketemu Darius Sinathrya di dalem kereta kan?)

Contoh hal-hal yang bisa lo liat di dalem KRL ekonomi:
Mendadak pengen denger lagu tapi gaada iPod atau gabawa headphone? Pasti di dalem kereta ada yang nyanyi kok (baca: pengamen)
Tiba-tiba haus dan butuh minum? Tinggal pilih mau minum apa, ada yang jual.
Pengen beli kartu perdana dengan harga dibawah 5.000? Tinggal pilih mau provider apa.
Butuh baterai handphone super murah meriah dengan harga 10.000? Ada.
Mau liat ayam idup di dalam kereta? Ada juga.
Mendadak pengen siomay? Ada abang siomay plus sepedanya di dalem kereta.
Mau cari copet? Wah, yang ini sih ga usah ditanya lah ya.

Yaaa, kira-kira begitulah gambaran KRL ekonomi itu. Sebenernya lebih banyak lagi yang bisa lo explore dari perjalanan lo dengan kereta. Gue sendiri pernah ada di dalem kereta yang sesek itu, waktu itu sore-sore dari Gondangdia mau balik ke Depok alias balik ke kostan. Dan itu naik yang ekonomi. Alamakjang itu penuhnya ya... Ditambah lagi pas jam orang-orang kerja pd pulang kantor, jadi rame sama yang pada mau balik ke daerah Depok, Bogor dan sekitarnya. Cadas lah itu ramenya. Gue sangat sangat salut sama orang-orang yang nglaju tiap hari, terutama dengan kereta yang ramenya alamakjang itu, terutama lagi yang naiknya KRL ekonomi. Untungnya kalo gue naik kereta arahnya berlawanan dari jalur yang ramenya cadas itu, hoho
Post a Comment